Konferensi Internasional Budaya Daerah ke 2 (KIBD II)

KERJASAMA IKIP PGRI BALI-IKADBUDI 
22 - 23 Februari 2012

1. Latar Belakang
Belakangan banyak disinyalir telah terjadi pergeseran local wisdom di seluruh Indonesia sebagai ruh character education. Character education belum mampu mendongkrak peradaban bangsa, karena dikotori oleh nafsu-nafsu kotor. Drama politik hampir sehari-hari muncul di depan mata, yang hampir meninggalkan budaya ketimuran. Berbagai permainan hukum dan mafia peradilan, semakin jauh dari keberadaban. Generasi tua selalu menilai local wisdom generasi muda masa kini telah banyak yang meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Para pemimpin telah banyak yang lupa pada ”dirinya sendiri”. Suri tauladan pemimpin hampir sulit ditemukan.
Local wisdom akan membangun karakter bangsa (character education), lewat jalur wisata budaya, informasi, dan teknologi. Sesungguhnya tidak sedikit Local wisdom yang memiliki kadar universal dan mendunia. Para pujangga di lingkungan keraton, sebenarnya telah banyak menuangkan tuntunan local wisdom kedaerahan (budaya lokal) yang tinggi nilainya. Kearifan lokal yang bernilai global dan mondial, sebenarnya masih banyak yang layak diresapi sebagai tuntunan. Namun, akhir-akhir ini, ajaran luhur itu jarang ditaati atau bahkan disepelekan oleh kaum muda, ditinggalkan para pembesar, hingga tidak sedikit yang sempat terjerumus ke dunia gelap.
Keraton sebagai sumber tuntunan local wisdom budaya kenusantaraan banyak mengungkap karya-karya sastra agung yang layak dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Namun demikian, masih banyak naskah-naskah kuna, pertengahan, dan baru yang belum tergarap hingga nilai-nilai itu masih tersimpan rapat di lingkungan istana. Banyak tuntunan budaya nenek moyang yang sebenarnya masih layak dikupas, untuk dijadikan pegangan hidup. Menyikapi keadaan semacam ini, diperlukan uluran tangan para pemerhati bahasa, sastra, seni, dan budaya Daerah untuk menggali nilai-nilai local wisdom yang layak dijadikan tuntunan hidup di masa mendatang.
Sumber tuntunan local wisdom kenusantaraan sesungguhnya tidak hanya terdapat di lingkungan keraton. Karya-karya bahasa, sastra, seni, dan budaya Daerah di luar tembok istana, bahkan di pelosok-pelosok pedesaan pun banyak yang layak diangkat sebagai kompas hidup. Tradisi-tradisi lisan kedaerahan yang berbasis kemasyarakatan, tidak jarang memunculkan nilai-nilai local wisdom amat luhur dan tidak kalah dengan local wisdom pujangga. Ungkapan-ungkapan tradisional, pepatah Daerah, gugon tuhon, dialek-dialek, legenda-legenda, upacara, dan segala bentuk cipta bahasa, sastra, seni, dan budaya Daerah sungguh tidak bisa diabaikan sebagai mutiara yang luhur.
Sayangnya, sampai saat ini belum ada upaya-upaya penggalian, penyebarluasan, dan pemanfaatan secara optimal nilai-nilai local wisdom yang mampu mensuport character education baik yang berasal dari dalam istana maupun dari luar keraton. Upaya semacam ini apabila diintensifkan melalui jalur pendidikan dari TK-PT, tentu akan memberikan sumbangan berharga bagi pembentukan character building ke depan. Untuk itu diperlukan kerjasama antara IKADBUDI (Ikatan Dosen Budaya Daerah se-Indonesia) dengan IKIP PGRI Bali untuk menggali, memahami, dan menyebarluaskan local wisdom di seluruh Indonesia melalui KONFERENSI INTERNASIONAL BUDAYA DAERAH KE-II (KIBD-II). KIBD-II ini akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi KIBD-I dan Rapat koordinasi pengurus Ikadbudi 2011, yang melibatkan pengajar budaya, pakar-pakar budaya, birokrat, budayawan, wartawan, dan para guru.

2. Tujuan
(1) Untuk mempertemukan para pemerhati bahasa, sastra, seni, dan budaya Daerah seluruh dunia agar ada komunikasi hasil-hasil pengkajian local wisdom dan character education sehingga terjadi sentuhan akademik.
(2) Memberi ruang-ruang baru bagi pembentukan wadah penggalian nilai-nilai local wisdom dan character education dalam karya bahasa, sastra, seni, dan budaya adiluhung
(3) Penyebaran hasil-hasil kajian bahasa, sastra, seni, dan budaya sehingga tidak ditemukan duplikasi-duplikasi kajian local wisdom dan character education, melainkan justru ke arah pengembangan.

3. Tema Konferensi
“Membaca kembali, menafsirkan, dan mengkreasikan makna dan pemanfaatan local wisdom dalam budaya daerah untuk membangun peradaban character education” 

a. Subtema
Tema konferensi di atas kemudian diturunkan dalam beberapa subtema sebagai berikut.
(1) Pemaknaan local wisdom untuk memperkuat pengembangan character education perguruan tinggi bertaraf world class university.
(2) Pemahaman dan pemanfaatan kembali nilai local wisdom dalam karya bahasa dalam bidang keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
(3) Pemahaman dan pemanfaatan kembali local wisdom dalam karya sastra Daerah klasik, pertengahan, dan modern untuk pengembangan budi luhur bangsa.
(4) Pemahaman dan pemanfaatan kembali nilai local wisdom dalam karya seni Daerah, tradisi dan kontemporer.
(5) Pemahaman dan pemanfaatan kembali nilai local wisdom dalam karya budaya Daerah tradisional dan modern, untuk membangun wisata budaya dan character education bertaraf internasional.
b. Keynot speaker: Gubernur Bali 
c. Pembicara Utama 
(1) Ketua Yayasan PGRI Bali
(2) Rektor IKIP PGRI Bali
(3) Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit. (Udayana)
(4) Prof. Dr. George Quine (Australian Nationac University)
(5) Natalia Theodoridou, M.A. M.Res. (Kandidat Doktor Centre for Media and Film Studies, School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London)
(6) Gim Gambia (Kandidat Doktor, Korea)
(7) Prof. Dr. Harun Daud (Malaysia)
(8) Christopher H (Kanada)

d. Pembicara Call of paper
Berasal dari pemerhati:
(1) Anggota Ikadbudi
(2) Organisasi profesi lain
(3) Guru, dosen, wartawan, peneliti

4. Waktu dan Tempat:
Waktu: Tanggal 22 - 23 Februari 2012
Tempat: Auditorium IKIP PGRI Bali Jl. Seroja Tonja Denpasar Utara-Bali

5. Kepanitiaan
Pelindung : Ketua Yayasan PGRI Bali
Penasihat : Rektor IKIP PGRI Bali
Steering Committee:
(1) Dr. I Made Suarta, SH. M. Hum. (Rektor IKIP PGRI Bali)
(2) Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. (PR I IKIP PGRI Bali)
(3) Drs. I Dewa Putu Juwana, M.Pd. (PR II IKIP PGRI Bali)
(4) Drs. I GB. Ardana Adnya, M.Si. (PR III IKIP PGRI Bali)
(5) Dra. H. Sutrisna Wibawa, M. Pd. (Ketua Ikadbudi)
(6) Dekan di lingkungan IKIP PGRI Bali
(7) Ketua Dewan Pembina Ikadbudi

Organizing Committee: 
Ketua pelaksana : Dr. Drs. Nengah Arnawa, M.Hum.
Sekretaris : Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum.
Bendahara : Dra. Ni Made Suarni, M.Si.
Seksi-seksi : 
1. Persidangan : Drs. I Nyoman Astawan, M.Hum.
2. Humas : Drs. I Wayan Susanta, M.Pd.
3. Publikasi : Made Sujaya, S.S.
4. Dokumentasi : Drs. Nengah Artha, M.Si.
4. Tempat : Dr. Drs. I Nyoman Suwija, M.Hum.
5. Perlengkapan : I Nyoman Sadwika, S.Pd.
5. Pendaftaran : Dra. Ida Ayu Iran Adhiti, M.Si.
6. Konsumsi : Putu Siti Firmani, S.E.
7. Sekretariat : I.A. Eka Sriadi, S.Pd., M.Hum.

6. Biaya pendaftaran
(1) Biaya pendaftaran tiap peserta (umum) Rp. 500.000,- anggota Ikadbudi Rp. 400.000 dibayarkan melalui rekening 
(2) Biaya pendaftaran meliputi materi konferensi, konsumsi, akodomodasi, sertifikat, entertainment wisata, dan jurnal
(3) Biaya prosiding Rp.200.000,-
(4) Pendaftaran dapat melalui email, datang langsung, selambat-lambatnya tanggal 15 Februari 2012
(5) Pengiriman biaya paling lambat tanggal 15 Februari 2012 via rekening BTN Nomor: 00007-01-30-000571-2 a.n. IKIP PGRI Bali.
(6) Jika peserta telah memenuhi 200 orang, pendaftaran akan ditutup 
(7) Pendaftaran langsung pada waktu konferensi berlangsung, tidak akan dilayani, jika tanpa konfirmasi sebelumnya.

7. Sekretariat:
(1) Panitia Konferensi Internasional Budaya Daerah Ke-II, IKADBUDI 2012, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali Jl. Seroja Tonja Denpasar Utara-Bali e-mail: ikippgribali@yahoo.com; fpbs.ikippgribali@gmail.com
(2) Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. Tlp. (0361) 9250457, 9002272 HP. 081 657 1636 e-mail: i.suardiana@yahoo.co.id dan C.P: Suwardi Endraswara HP. 08156805293